Simulasi Jaringan (Part2)

Menindaklanjuti pemanasan yang sudah dilakukan, kita akan membuat jaringan yang lebih besar. Sebuah laboratorium komputer dengan 10 komputer dan terhubung melalui switch. Seperti pada pemanasan di awal, pilih dulu 10 device end-users baik berupa PC atau laptop. Lalu tambahkan pula sebuah switch. Gunakan saja switch 2950-24 yang sudah tersedia 24 port, kita tinggal menyambungkannya dengan komputer. Yang berbeda pada simulasi kali ini, kita menghubungkan komputer dan switch menggunakan kabel straight. Kabel crossover salah satunya digunakan untuk menghubungkan antar komputer sejenis. Namun, kabarnya komputer keluaran terbaru sudah mampu terhubung dengan kabel straight.

Setelah selesai penyambungan semua komputer dengan switch, konfigurasi semua IP komputer. Bisa dimulai dari 192.168.5.1 hingga 192.168.5.10.

Selesai konfigurasi, kita uji coba dengan fasilitas ping yang pernah kita coba sebelumnya. Pada pemanasan sebelumnya, ping kita lakukan pada mode “realtime”. Namun, kali ini kita akan uji coba menggunakan mode “simulation”. Pada mode ini, kita akan melihat simulasi paket yang terkirim dair komputer satu ke komputer lainnya. Bahkan simulasi ini digambarkan secara “slow-motion” seperti pada film action :D.

pilih mode “simulation” yang berada di sekitar kanan bagian bawah.

Lalu pilih “Edit Filters”. Karena kita akan mengujicoba menggunakan ping, centang yang filter ICMP saja, yang lain tidak perlu. Saya gunakan PC yang sudah saya beri nama zulkan dan amin untuk uji coba. IP komputer zulkan adalah 192.168.5.1, sedangkan IP komputer amin 192.168.5.6. lalu saya buka jendala komputer zulkan untuk melakukan ping ke komputer amin.

Sebelumnya, kita klik terlebih dahulu pilihan “Auto Capture / Play” pada form Play Control. Lalu baru lakukan ping.

Pada layar command prompt, ping secara default hanya akan mengirimkan 4 paket. Jadi akan ada tulisan seperti ini bilai ping berhasil.

Mari kita tilik lebih jauh apa yang bisa kita dapat dari capturing tadi :D.

Reply from 192.168.5.6: bytes=32 time=8ms TTL=128

Reply from 192.168.5.6: bytes=32 time=4ms TTL=128

Reply from 192.168.5.6: bytes=32 time=13ms TTL=128

Reply from 192.168.5.6: bytes=32 time=14ms TTL=128

Pada mulanya, komputer zulkan (komputer 1) mencari komputer amin (komputer 6) dengan membroadcast ke semua komputer dengan pesan “siapa yang punya IP 192.168.5.6?”, lalu komputer 6 menjawabnya dengan memberikan mac address miliknya sehingga komputer 1 dapat langsung mengirim paket data ke komputer 6. Pada pengiriman pertama paket di-generate oleh komputer satu dan dikirimkan ke switch. Dari switch pesan diteruskan ke komputer 6. Sesampainya di komputer 6, paket dikembalikan lagi ke switch. Lalu dari switch paket diteruskan ke komputer 1. Bila paket telah sampai pada komputer 1 dengan sempurna, baru akan muncul pesan pada jendela command prompt berupa “Reply from 192.168.5.6: bytes=32 time=8ms TTL=128”. Hal ini berlangsung 4 kali karena memang sudah default dari sistem operasi Windows. Berbeda bila ping dilakukan menggunakan sistem operasi Linux, paket akan terus dikirimkan hingga user menghentikannya.

Leave a Reply