Pencuri yang Beruntung

Pada suatu hari di awal abad 21, terdapat sekelompok pencuri yang tergabung dalam sindikat pencurian multiprovinsi. Tapi sebelum saya lanjutkan, cerita ini adalah murni cerita fiktip, apabila ada kesamaan nama, lokasi, jalan cerita dan lainnya, maka itu adalah sebuah kebetulan. Oke, saya lanjutkan, sampai dimana kita tadi?

Ohya, sindikat pencuri.. Sindikat ini bukan sindikat kelas teri. Mereka adalah orang-orang terlatih yang sehat jiwa raga, tetapi buta hatinya. Mereka juga orang-orang pintar yang pandai “minteri” orang lain. Dalam beberapa aksinya, kawanan tersebut berhasil memborong  banyak barang di toko online untuk dikirimkan di kantor pos terdekat. Mereka menggunakan kartu orang lain untuk memesan barang-barang tersebut. Dan konyolnya, kawanan tersebut sadar bahwasanya mereka tidak dapat mengambil begitu saja barang-barang yang ada di kantor pos di kota mereka. Dan benar saja, polisi melacak siapa pemesan barang-barang tersebut. Sadar bahwasanya tidak aman lagi, mereka segera menutup komputer-komputer dan buru-buru untuk pindah tempat. Namun, naas polisi di kota tersebut cukup cepat untuk melacak markas kawanan pencuri tersebut. Karena panik dengan suara sirine polisi, kawanan tersebut kabur tanpa komputer-komputer mereka.

Beberapa jam kemudian, polisi menemukan file-file terenkripsi yang diduga berisi daftar kartu kredit, dan informasi rahasia kawanan tersebut. Polisi mencoba membuka file tersebut, tetapi gagal karena tidak ada satupun dari kunci atau metode yang digunakan berhasil untuk membaca isi dari file-file tersebut. Pihak kepolisian tidak putus asa. Mereka menghubungi pihak pembuat software encryptor untuk membantu membuka file tersebut. Malang nian, developer software tersebut juga tidak dapat banyak membantu karena kawanan tersebut memang menggunakan password yang kuat untuk mengunci file mereka. Dan akhirnya, pihak kepolisian memberhentikan usaha pembacaan file tersebut. Berita baik untuk sindikat, berita buruk untuk kepolisian dan pemilik kartu kredit.

Dari cerita di atas ada banyak sekali kesimpulan ataupun hikmah yang dapat kita ambil. Data yang memuat privasi atau informasi sensitif akan sangat penting untuk diamankan, dalam artian hanya pihak yang berhak yang dapat membaca informasi tersebut. Sekalipun file tersebut jatuh ke tangan orang lain, orang tersebut akan kesulitan untuk membuka file yang terenkripsi. Dalam cerita di atas, kawanan menggunakan software Truecrypt untuk mengamankan file-file mereka. Kita tentu saja tidak menginginkan ada kawanan pencuri pintar hidup di negara kita, yang ada kawanan koruptor. Hal tersebut adalah hal yang sama-sama kita tidak inginkan. Keamanan informasi, yang zaman sekarang banyak berupa file komputer, perlu diperhatikan terlebih menyangkut rahasia negara. Karena itu amankanlah datamu sebelum diamankan orang lain 😀

referensi:
http://www.truecrypt.org/
http://news.techworld.com/security/3228701/fbi-hackers-fail-to-crack-truecrypt/
http://9gag.com

2 Comments

  1. rnt says:

    kalo ane g pake software khusus,
    ane kan pake ubuntu, ada fasilitas buat encrpt /home
    btw nice info

  2. veryresto says:

    hei, gimana tu caranya enrypt home?

Leave a Reply