Akademika, problem?

Baru kali ini merasakan penjadwalan akademik yang se-semrawut ini. Semester genap tahun ajaran 2011/2012. Ya, semester ini merupakan semester kedua yang berjalan sejak adanya kurikulum baru 2011. Hal ini sangat terasa terutama oleh mahasiswa angkatan 2010 dan 2009. Owh, saya sampai lupa permasalahan apa yang terjadi kemarin 🙂

Ohya, pertama. Jadwal matakuliah yang bentrok. Hal yang disayangkan adalah matakuliah yang bentrok tersebut keduanya adalah matakuliah wajib pada semester. Saya tidak habis pikir, apa gerangan yang terjadi di scheduler akademika? Ah lupakan, mencak-mencak untuk hal tersebut tak ada gunanya selain menghabiskan energi yang ada.

Kedua, tempat kelas yang sering berubah mengakibatkan dosen dan mahasiswa sering tidak ketemu. Tapi hal itu bukanlah masalah karena mahasiswa bisa “ngalahi” mengecek web akademika sebelum masuk kelas, meskipun ini cukup merepotkan. Belum lagi dengan kapasitas ruangan yang tidak sebanding dengan banyaknya peserta kuliah.

Ketiga, jadwal praktikum yang tidak synchronize dengan jadwal kuliah teori, sehingga memaksa mahasiswa untuk cepat-cepat memilih jadwal praktikum yang sesuai dengan jadwal kuliah teorinya. Dari sini sering terjadi juga beberapa mahasiswa yang akhirnya tidak kebagian jadwal praktikum yang sesuai.

Keempat, kebelumjelasan peraturan peralihan meskipun dulu sudah pernah diadakan diskusi.

Kelima dan seterusnya saya rasa tidak cukup dibahas dalam satu post ini. Tulisan diatas bagi saya merupakan tulisan yang nantinya akan bisa menjadi memori perjuangan mahasiswa dalam menimba ilmu. Dari kejadian tersebut sebenarnya bisa dijadikan pelajaran yang berharga untuk mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa dituntut aktif oleh kehidupan untuk mencari atau menanyakan solusi kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini prodi atau akademik. Mahasiswa juga dapat mengambil hikmah bahwasanya penjadwalan yang baik dapat membawa manfaat pribadi juga untuk orang lain, dan sebaliknya. Bila tidak tepat dapat menyengsarakan orang lain dan mengakibatkan kekacauan lainnya. Karena itulah mahasiswa seharusnya belajar untuk membuat jadwal yang baik, atau bahasa keren-nya “manajemen waktu”

Leave a Reply