Block/Stream Cipher

Pada dasarnya setiap proses enkripsi selalu menggunakan cipher untuk mengenkripsi suatu plaintext menjadi ciphertext. Ada dua macam cipher: symmetric dan asymmetric. Dan symmetric cipher dibagi lagi menjadi dua macam: block cipher dan stream cipher. To the point aja yo ūüėÄ

5 menit kedepan Anda akan membaca sekilas tentang block dan steam cipher juga kekurangan dan kelebihan masing-masing. Lalu apa itu cipher? Cipher adalah suatu algoritma yang digunakan untuk mentransformasi suatu data yang dapat dimengerti/jelas menjadi data yang tidak dapat dimengerti atau tidak jelas. Hal ini biasa digunakan oleh pihak yang ingin mengirimkan pesan kepada pihak satu dengan tidak ingin bahwasanya pesan yang dikirim tersebut dapat dibaca oleh orang lain. Kita lihat dulu apa itu block cipher dan stream cipher.

Dilihat dari perlakuannya terhadap data, block cipher membagi file menjadi blok-blok bagian file dengan ukuran yang fix. Lalu blok-blok file tersebut dienkripsi menjadi blok file terenkripsi dengan ukuran yang fix pula. Dengan block cipher, kunci yang digunakan untuk mengenkripsi dapat digunakan kembali. Hal ini membuat manajemen kunci relatif mudah.

Berbeda dengan stream cipher. Cipher ini mengkripsi data bit per bit. Cipher ini sering digunakan untuk aliran data yang sifatnya realtime seperti telepon. Data yang dikirim dari server ke client tidak perlu dibagi-bagi karena dikirim dalam bentuk stream. Karena itulah biasanya stream cipher bekerja lebih cepat dibandingkan dengan block cipher. Akan tetapi kunci yang digunakan pada stream cipher bersifat tidak dapat digunakan kembali. Hal ini membuat manajemen kunci relatih lebih sulit dari pada manajemen kunci pada block cipher.

sumber referensi:
Christof Paar · Jan Pelzl, UnderstandingCryptography
http://books.google.co.id/books?id=f24wFELSzkoC&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_atb#v=onepage&q&f=false

Leave a Reply